Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Powered by Blogger

October 29, 2013

Menginap di Jakarta atau di Cikarang saja?

Sebuah hotel megah berdiri menjulang tinggi, menghiasi kawasan sekitar gerbang masuk Jababeke Residence yang dulu diperkenalkan oleh Jababeka pengembangnya dengan nama Cikarang Baru. Hotel yang mulai beroperasi baru-baru ini tersebut, dibangun sekitar satu tahun yang lalu dan kini ikut mewarnai ramainya pertumbuhan bisnis hotel di wilayah Cikarang. 

 

hotel1

Hotel dengan latar depan Bundaran Patung Kuda

hotel2

Bagian samping hotel yang masih dalam tahap pembenahan

Pesatnya perkembangan industri dan bisnisnya di Cikarang ini, sebagai salah satu daerah andalan penyumbang pemasukan devisa bagi RI, yang ditandai dengan adanya pembangunan kawasan-kawasan industri baru serta berdirinya ratusan bahkan mungkin ribuan pabrik-pabrik baru, mendorong pertumbuhan bisnis hotel serta pendukungnya di daerah ini.

 

Naiknya kebutuhan akan adanya tempat menginap yang representatif dan bertaraf internasional, bagi para pendatang khususnya para pelaku bisnis yang berelasi dengan kalangan industri yang berada di wilayah Cikarang, ditambah dengan kondisi lalu lintas Jabodetabek saat ini yang sering macet parah pada waktu-waktu tertentu, menjadi tantangan bagi pengusaha di bidang perhotelan. Akan lebih efisien secara waktu dan jarak bagi para pebisnis yang datang dari luar kota ataupun luar negeri jika mereka menginap di hotel-hotel yang berada di wilayah Cikarang, dibandingkan jika menginap di Kota Jakarta atau Bekasi Kota.

 

 

Salam,

 

CP

August 30, 2013

Bakpia Paling Enak di Yogya?

Saat berkunjung ke kota wisata Yogya, tentu kita akan menyempatkan diri membeli oleh-oleh khas Yogya untuk dibawa pulang. Yang paling umum dibeli salah satunya adalah bakpia, kue sejenis roti berisi kacang ijo atau lainnya (kumbu hitam, kacang merah, dll).

Nah, kalau kita mendatangi daerah pusat jajanan dan oleh-oleh Yogya, pasti kita akan dibuat bingung dengan banyaknya merek atau nama bakpia yang akan kita bawa pulang. Umumnya menggunakan nama "pathuk", sehingga namanya berubah menjadi "bakpia pathuk". ("Pathuk" atau "Pathok" ini sendiri berasal dari nama daerah di mana pusat pembuatan makanan bakpia ini berada). Selain itu, di belakangnya juga diembel-embeli dengan kode angka, seperti "25", "75", "125" dan sejenisnya.

Terus...yang kita pilih dan kita beli yang manna?

August 24, 2013

Cong Lik, Kacung yang Menjadi Legenda di Semarang

conglik1

 

Malam itu melewati tenda kaki lima bertuliskan "Es Puter Cong Lik" di seberang RS Telogorejo Semarang itu, kami berhenti dan memarkir kendaraan kami di dekatnya. Istri saya menawarkan kepada Andra dan Sasha untuk mencicipi jajanan malam yang menyegarkan tersebut. Satu penawaran yang tidak perlu...hihihi...karena anak-anak pasti tidak akan menolaknya.

 

Setelah memesan es puter dengan rasa yang diinginkan masing-masing, dan pesanan sudah mendarat di hadapan masing-masing, mulailah kami merasakan seberapa enak dan nikmat jajanan es yang katanya paling terkenal se-Semarang ini.

May 20, 2013

Nasi Kebuli Resto Sahara, dengan rasa sebenar-benarnya nasi kebuli

Jumat malam minggu lalu, usai hujan deras yang membasahi bumi Cikarang Baru dan sekitarnya, saya mengajak istri untuk makan malam di resto milik salah seorang teman saya miliser CikarangBaru, Pak Said Bagazie. Resto Sahara, namanya, yang lokasinya di Ruko Puspa sederetan dengan Bakmi Jowo Jombor dan Tahu Tek Cak Tohir, memang baru beberapa hari dibuka dan diumumkan Pak Said di milis.

Tertarik dengan menu istimewa yang ditawarkan yang hanya ada di hari Jumat, yaitu nasi kebuli, kami berniat untuk menjajal seberapa enak dan seberapa istimewa rasanya.
Tiba kami di resto tersebut, terlihat di beberapa meja pengunjung sedang menikmati makanan yang terhidang. Kami pun langsung memesan nasi kebuli kambing, 2 piring. Nasi kebuli memang makanan favorit istri saya semenjak masa kecilnya di Semarang.

Sambil menunggu pesanan jadi, saya memperhatikan kondisi resto yang baru dibuka ini. Terasa cukup nyaman berada di sini. Bersih dan rapi, meja serta kursi makan yang terlihat masih baru berderet rapi, sementara beberapanya diisi pengunjung . Tampak di dinding yang tertutup wallpaper tergantung beberapa lukisan bergambar suasana perkotaan "tempo doeloe". Weeh...interiornya menarik juga.

May 16, 2013

Macaroni Panggang…makanan lezat favorit anak-anak

Di kota hujan Bogor, terdapat satu dari sekian tempat kuliner yang cukup populer, yaitu Macaroni Panggang (MP). Alamat pastinya di Jl Salak No 24, masuknya dari Jl. Pajajaran (pasti tahulah jalan ini, seperti pernah saya ceritakan di posting berwisata ke Museum Zoologi). MP dengan hidangan andalannya makaroni panggang, menjadi tempat makan sekaligus tempat kongkow yang tak pernah sepi pengunjung, apalagi di akhir pekan.

onipang
macaroni panggang di Bogor

Selain menu favorit yang menjadi nama tempat makan tersebut, tentu ada menu lain yang bisa kita pesan di sana. Ada lasagna (kayak nama pemain bola), cinnamon cake, beragam steak, omelette (bukan saudaranya opelet),  dan lain-lain. Bahkan gado-gado dan lontong sayur pun ada, kalau kita ingin jenis makanan tersebut...:)
 
Makaroni panggangnya pernah saya sekeluarga coba. Sedap memang. Apalagi saat itu menyantapnya hangat-hangat sore-sore baru selesai turun hujan, hmmm...yummy!
 
Nah, bicara tentang makaroni panggangnya, jika kita belum atau tidak punya kesempatan jalan-jalan ke Bogor, kita bisa membuatnya sendiri di rumah. Ada resepnya, dan sepertinya rasanya tidak kalah enak dengan yang di Bogor itu.