Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Powered by Blogger

August 24, 2013

Cong Lik, Kacung yang Menjadi Legenda di Semarang

conglik1

 

Malam itu melewati tenda kaki lima bertuliskan "Es Puter Cong Lik" di seberang RS Telogorejo Semarang itu, kami berhenti dan memarkir kendaraan kami di dekatnya. Istri saya menawarkan kepada Andra dan Sasha untuk mencicipi jajanan malam yang menyegarkan tersebut. Satu penawaran yang tidak perlu...hihihi...karena anak-anak pasti tidak akan menolaknya.

 

Setelah memesan es puter dengan rasa yang diinginkan masing-masing, dan pesanan sudah mendarat di hadapan masing-masing, mulailah kami merasakan seberapa enak dan nikmat jajanan es yang katanya paling terkenal se-Semarang ini.

Ehmm...enak sih. Segar dan tentu saja dingin hehehe...

 

Cocok buat menemani kita melalukan waktu malam di Semarang yang saat itu terasa panas.

 

Butir-butiran es puternya lembut di lidah...dan rasa durennya sangat terasa.

Karena saya sudah agak lama tidak makan duren, saya tadi minta es puter rasa duren. Demikian pula Andra dan Sasha, karena mereka tidak pernah melewatkan rasa duren jika memang pilihannya ada. Sementara istri saya lebih memilih rasa kelapa.

 

Sambil mengecap nikmatnya es puter ini, saya melihat suasana sekitar. Nama produknya cukup aneh "Cong Lik". Mengingatkan saya akan tokoh petarung bertubuh kekar dan bertenaga besar dalam film Hollywood "Bloodsport".

 

conglik2

Es Puter "Cong Lik", Jl. K.H. Ahmad Dahlan Semarang

Tapi ternyata, nama Cong Lik ini bukan berasal dari film tersebut. Dia punya sejarah sendiri. Dulu katanya, si penjual pertama es puter ini yang berkeliling-keliling kota Semarang menjajakan jualannya dengan gerobak dorongnya. Usinya masih belia, belasan tahun. Karena itu, para pembeli memanggilnya dengan sebutan Cong Lik alias 'Kacung Cilik'. Sementara kacung sendiri dalam bahasa Jawa berarti pembantu laki-laki. Pembantu laki-laki kecil maksudna...

 

Oooo.....begitu toh sejarahnya. Kacung yang jadi Juragan...

 

Sebutan tersebut dipakai terus sang penjual es puter tradisional tersebut, hingga populer di masa sekarang. Dengan usia usaha yang puluhan tahun, Cong Lik kini seakan telah menjadi sebuah legenda di kota Semarang. Menawarkan beberapa citarasa buah (berapa banyak ya?), es puter yang katanya tidak menggunakan campuran pewarna buatan dan juga bahan pengawet, tetap diminati dan selalu dinanti oleh penggemarnya dari dulu hingga sekarang. Sangat berasa buah dan segarnya...!

 

Buat penggemar es puter atau es krim dari dari luar kota, berkunjung ke Semarang sebaiknya mencoba yang satu ini!

 

Di mana anda bisa mendapatkannya?

 

Lokasi di kota Semarang berada di Pasar Semawis, dan juga di Jl. KH Ahmad Dahlan seberang RS Telogorejo seperti yang kami kunjungi ini.

 

conglik3

Menikmati sepiring besar...eh, sepiring kecil...es kacung cilik

No comments :

Post a Comment