Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Powered by Blogger

April 17, 2010

Jatuhnya Saham Carrefour ke Tangan Perusahaan Nasional

Membaca berita dibelinya saham Carrefour (http://properti.kompas.com/read/xml/2010/04/17/07193646/%20Saham.Carrefour.Dibeli.Trans.Corp-12) oleh Trans Corp sedikit membuat kita berlega hati.



Masalahnya selama ini kita miris melihat sepak terjang perusahaan retail raksasa asal Perancis ini dalam mengobrak-abrik lahan bisnis para pedagang bermodal kecil di negeri kita. Dari waktu ke waktu dibuka gerai baru, mulai dari di ibukota provinsi, menyebar ke kota-kota lain yang dianggap berpotensi secara ekonomi. Pedagang-pedagang kecil di pasar-pasar tradisional tentu saja sulit bersaing dengan retail raksasa ini, meskipun dihibur oleh kata-kata dari pemerintah daerah yang memberi izin pembangunannya: "konsumen Carrefour berbeda dengan konsumen pedagang-pedagang di pasar tradisional". Berbeda memang iya, tapi berapa banyak konsumen warga masyarakat yang beralih dari pasar-pasar tradisional ke pasar modern hypermarket ini? Dari hari ke hari makin banyak, seiring dengan meningkatnya standard kehidupan masyarakat dan tuntutan di zaman modern ini di mana penyedia jasa maupun barang harus sanggup memberikan kepastian kualitas, kepastian waktu, kepastian ketersediaan barang, dan tentu saja kenyamanan. Termasuk saya, juga mungkin termasuk anda yang beralih.
Mana yang lebih anda suka, belanja berbecek-becek di pasar tradisional serta harus pintar-pintar menawar harga kalau tidak ingin rugi karena mendapat barang dengan harga mahal, atau belanja di tempat nyaman bersih ber-AC dengan harga pasti (ada yang murah, ada juga yang lebih mahal)? Anda bisa menjawabnya sendiri.

Di satu sisi, keberadaan retail raksasa dengan modal besar menyadarkan para pengusaha dalam negeri untuk belajar bersaing. Bersaing secara sehat dan positif untuk meningkatkan segalanya, dalam memuaskan konsumen pembeli. Menjaga kualitas barang dan jaminannya, selalu memelihara ketersediaan barang, lengkap dan banyak pilihan dengan rentang harga bervariasi, memberikan harga terbaik untuk konsumen, serta meningkatkan dan memelihara kenyamanan tempat belanja.
Di sisi lain, persaingan itu belum saatnya dialami oleh sebagian besar para pedagang kecil di kita. Mereka masih kekurangan modal. Mereka masih butuh bimbingan dari pemerintah daerah dan juga dari pengusaha lain yang lebih dahulu berhasil. Mereka juga butuh infrastruktur yang lebih baik seperti pasar yang lebih tertata, bersih, aman dan nyaman, yang sekarang ini masih merupakan tugas pemerintah daerah dalam menyediakannya. Apakah dukungan yang dibutuhkan mereka itu sudah tersedia? Belum.

Kembali ke berita pembelian saham Carrefour (C4) tadi. Itu merupakan berita menggembirakan kita, di saat kita prihatin banyak perusahaan negara kita dijual ("dicaplok") oleh pihak asing, masih ada perusahaan multinasional yang diambil alih oleh perusahaan nasional. Gembira karena kita menjadi punya harapan, bahwa dengan kepemilikan 40% saham C4 oleh Trans Corp yang kita kenal lewat bisnis boardcastingnya TransTV dan Trans7 itu, perhatian pemilik modal yang diwakili dewan komisaris dan termasuk dewan direksi terhadap nasib pedagang kecil pribumi akan lebih besar. Juga harapan bahwa keuntungan dari perusahaan itu tidak banyak yang lari ke luar negeri, melainkan lebih banyak kembali ke dalam negeri Indonesia. (Eh, ada juga yang gembira karena katanya C4 sebelumnya dimiliki oleh orang Yahudi(?)!) Saya kutip sebagian dari berita itu:
"Sebagai pemilik, Trans Corp juga meminta untuk memastikan bahan pokok bisa dijual dengan harga terbaik demi membantu masyarakat. Bahan pokok juga merupakan pengontrol inflasi. Pedagang kecil juga dijanjikan diberikan fasilitas berdagang yang disebut pojok rakyat."

Kita anggap hal ini menjadi janji pemilik C4 yang diwakili oleh komisaris dari pihak Trans Corp dalam hal memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat Indonesia. Tidak hanya mencari keuntungan, namun harus bisa mendistribusikan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terbaik. Juga perhatian terhadap pedagang pengusaha kecil dengan disediakannya fasilitas/tempat berdagang, hal ini jangan hanya menjadi lips service, namun harus bisa diwujudkan secara konkrit dalam satu tahun ke depan ini.

Didiklah para pedagang kecil itu dan juga para produsen kecil bagaimana berbisnis secara profesional, ajaklah mereka bersaing secara sehat, dan tentu karena mereka modalnya jauh lebih kecil daripada C4, adalah kewajiban anda untuk menyisihkan sebagian keuntungan anda untuk pembinaan mereka. Jangan membuat keadaan produsen kecil yang mensubsidi C4, melainkan sebaliknya, berilah mereka kesempatan bekerja sama dengan C4 dan mendapat keuntungan yang wajar. Selanjutnya, jangan memonopoli semua lahan bisnis yang ada, bagilah juga buat mereka-mereka yang lebih membutuhkan. Ingat, C4 masih dalam digugat KPPU dalam kasus monopoli!

Salam,
CP, April 2010
http://ceppi-prihadi.blogspot.com/2010/04/jatuhnya-saham-carrefour-ke-tangan.html

April 7, 2010

Akses Web Lewat Email

Jika ada seseorang mengirimkan email kepada kita atau ke milis yang kita ikuti berisi link alamat di internet yang berisi tulisan/artikel, sementara kita di kantor (bagi yang mengikuti milis di kantor) tidak punya hak akses internet dan hanya diberikan fasilitas email, apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa membuka halaman web yang ditunjukkan oleh link tersebut?

Apakah cukup pasrah, 'nrimo' begitu saja pada keadaan padahal kita sangat tertarik pada tulisan yang kedengarannya cukup menarik untuk dibaca? ("Yaakh...emang nasib kita cuma dikasih email! Nggak kayak bos-bos itu yang bisa internetan kapan mereka butuh!" -- He.he.he..nrimo kok pake ngedumel!)

Pilihan lainnya? Kita bisa meminta pengirim email tersebut untuk mengirimkan isi tulisan seperti dalam halaman web-nya lewat email secara utuh, bukan hanya link-nya, supaya kita tetap bisa membacanya.

Nah, jika kita tidak bisa pasrah karena kita benar-benar membutuhkan tulisan yang ada di halaman web tersebut, sementara pilihan kedua pun tidak memungkinkan, kita masih punya pilihan ketiga. Pilihan ketiga itu adalah dengan memanfaatkan layanan gratis yang disediakan oleh pihak ketiga yang baik hati berupa proses grab atau meng-copy satu halaman website untuk dikirimkan ke kita melalui email. Memang ada? Aada..lah!

Saya di tempat kerja lama sering memanfaatkan layanan ini, karena tidak mempunya hak akses internet, hanya email. Lumayan, kita bisa membaca content/isi yang terdapat pada sebuah halaman web tanpa harus memiliki akses internet. Syaratnya adalah kita mengetahui link internet yang akan kita tuju.
Dari mana kita dapatkan link itu?
Ya, itu tadi. Bisa dari email seseorang seperti di atas. Atau juga link berupa alamat-alamat website yang memang kita ketahui (nanti saya berikan contoh). Saya jelaskan di bawah:

1. Nama layanan tersebut adalah www4mail, yang dari namanya kita bisa mengartikan bahwa layanan ini menyediakan content web untuk dilihat lewat email.
2. Untuk menggunakan layanan tersebut, kita tinggal mengetikkan email berisi link alamat yang dituju dan dikirimkan ke alamat www4mail@wm.ictp.trieste.it
3. Beberapa saat kemudian akan ada email balasan dari www4mail berisi suatu keterangan mengenai quota (jatah) kita atas layanan tersebut dan status request kita, serta attachment berupa file html yang berisi content halaman web dari link yang kita minta.
4. Kita tinggal meng-klik attachment tersebut, dan internet explorer atau mozilla firefox (tergantung default browser anda) akan terbuka menyajikan isi dari halaman web tersebut.

Supaya lebih jelas, saya berikan contoh:
- Saya punya artikel di blog saya, dan link-nya adalah http://ceppi-prihadi.blogspot.com/2010/04/apa-hubungannya-gunung-es-dengan-ikan.html
- Untuk mendapatkan content dari link tersebut, maka kita buat email dengan tujuan To:www4mail@wm.ictp.trieste.it, Subject-nya dikosongkan, dan body email-nya diisi dengan link tersebut:
http://ceppi-prihadi.blogspot.com/2010/04/apa-hubungannya-gunung-es-dengan-ikan.html

Photobucket

- Send email tersebut
- Maka kita akan terima balasan email seperti di bawah ini:

Photobucket

- Terdapat attachment yang berisikan halaman web yang kita minta (dalam format html, dan saya attach dalam email saya ini sebagai contoh). Anda tinggal meng-kelik-nya!
Isinya mungkin kurang rapih, tidak seperti tampilan internet biasa, dan tidak ada gambarnya. Namun, kita tetap bisa membacanya. Lihat saja di bawah, seperti ini kira-kira!

Photobucket

Bagaimana kalau body emailnya kita isi dengan:
http://www.detiksport.com/sepakbola ?

Bisa juga. Hasilnya seperti di bawah ini. Di situ anda bisa menemukan indeks daftar berita tentang sepakbola terbaru dengan link-link-nya yang bisa kita kirim kembali ke www4mail untuk mendapatkan isinya.

Sebenarnya selain www4mail, untuk akses web lewat email kita bisa menggunakan layanan yang lain seperti Webpage Grabber atau Web2Mail, namun saya sendiri belum mencobanya.

Silakan dicoba, dan mudah-mudahan bermanfaat buat teman-teman.
Kalau ada kesulitan, silakan anda tanyakan.


Salam,
http://ceppi-prihadi.blogspot.com
http://harihari-ceppi.blogspot.com

April 2, 2010

Apa Hubungannya Gunung Es dengan Ikan Teri?

Apa hubungannya gunung es dengan ikan teri?

Memangnya ada hubungan?
Sepertinya tidak ada ya?
Tapi jika saya katakan sebuah kata kunci, pasti anda akan “ngeh” bahwa di antara keduanya terdapat hubungan, dan mungkin cukup erat hubungannya.


Ikan Teri dan Gunung Es
(Sumber gambar: klik ini dan klik ini)


Kata kuncinya adalah…seseorang yang saat ini paling ngetop di Indonesia! Wajahnya sangat dikenal dalam waktu singkat karena ditayangkan berkali-kali dalam beberapa hari terakhir di layar hampir semua stasiun televisi, dan berita tentangnya menjadi headline di suratkabar-suratkabar.
Benar, kata kuncinya adalah Gayus Tambunan!

Gayus Tambunan yang kini menjadi saksi dan tersangka kasus penggelapan pajak yang mulai terkuak akibat pengakuan mantan Kabar Eskrim Susno Duadji, benar-benar namanya langsung melambung di masyarakat, Perhatian publik semua tertuju pada dirinya.
Bayangkan, jika kita ketikkan nama “Gayus Tambunan” di kolom pencarian google.co.id, hasilnya cukup dahsyati! Hasil pencariannya adalah 2.170.000 (kondisi kemarin sore), hanya berselisih 10.000 lebih sedikit dengan jika kita mengetikkan nama “Susilo Bambang Yudhoyono” presiden kita yang sudah menjabat selama 6 tahun. Coba deh bandingkan dengan mengetikkan nama anda!

Gayus Tambunan namanya, seorang staf di Direktorat Pajak, yang bergolongan IIIA dan berasal dari keluarga yang sederhana, dalam usianya yang relatif muda 30 tahun, diberitakan memiliki rekening sebesar 25 M. Menghebohkan bukan?
Heboh karena uangnya berasal dari hasil profesi rangkapnya sebagai markus (Makelar kasus. Mohon maaf bagi anda yang bernama Markus, masalahnya istilah ini sudah kadung populer, jadi saya hanya ikut-ikutan) di lingkungan tempat kerjanya di Direktorat Pajak.
Kasus mafia pengadilan peradilan pajak dengan nama Gayus sebagai pemeran utama ini menjadi pemicu gerakan boikot bayar pajak karena runtuhnya kepercayaan sebagian masyarakat pembayar pajak terhadap aparat pemerintah yang mengurus pajak. Namanya menjadi olok-olok sebagian masyarakat, seperti misalnya: Hari gini jujur bayar pajak, apa kata Gayus!

Merupakah satu rentetan dari kasus korupsi Anggoro, kasus rekayasa Anggodo, kasus cicak vs buaya, lalu dilengserkannya Kabareskrim saat itu Susno Duaji, yang dilanjutkan dengan nyanyian Susno, yang mengungkap beberapa nama jendral polisi yang berprofesi sebagai markus ditambah beberapa nama termasuk nama Gayus Tambunan inilah, dan Gayus ini menjadi menjadi kasus terbaru yang belum tahu kelanjutannya sampai di mana. Yang menjadi keyakinan kita adalah bahwa kasus Gayus Tambunan hanyalah merupakan fenomena gunung es, yang dalam hal ini Gayus hanyalah terlihat sebagai puncaknya saja. Sementara di bawah permukaan laut, bagian yang jauh lebih besar dari gunung es ini berupa carut-marutnya masalah hukum dan penegakan hukum di Indonesia.
Dan lebih jauh lagi, memperlihatkan ketidakberhasilan pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi yang selama ini menjadi cita-cita gerakan reformasi sejak tahun 1997. Program yang kemajuannya amat sangat lambat dibandingkan dengan laju kerugian keuangan yang diderita negara ini

Apakah penyerahan diri Gayus merupakan bukti keberhasilan aparat dalam membongkar kasus makelar kasus ini? Tentu saja tidak! Seperti diungkapkan beberapa tokoh pengamat hukum dan peradilan, bahwa Gayus hanyalah ikan teri dalam dunia korupsi dan mafia hukum di Indonesia. Ikan teri yang kalau ditangkap dan dimakan, tidak begitu terasa karena ukurannya kecil dan dagingnya sedikit. Sementara ikan kakapnya, seperti kasus-kasus lain yang ditangani di negara kita, jarang tersentuh dan mungkin tidak bisa disentuh.
Sebut saja nama-nama seperti Djoko Tjondro, Anggoro Widjojo, Edi Tansil (nama ini mah udah lenyap bagai ditelan bumi), Adrian Kiki Ariawan dan lain-lain yang merupakan koruptor kelas kakap. Kemana mereka semua? Begitu tidak berdayanyakah pemerintah dan aparat kepolisian kita?
Jadi ini merupakan PR besar untuk pemerintah kita, juga bisa dijadikan ukuran keberhasilan pemerintahan SBY sekarang ini, di tengah-tengah krisis kepercayaan akibat kasus bail out Century yang menggoyang posisi wapres Budiono sekarang dan juga menkeu Sri Mulyani Indrawati.
Bisa? Saya pribadi pesimis.

Jadi apa hubungannya ikan teri dengan gunung es?
Ya itu tadi!
Ikan teri yang senang berada di puncak gunung es, mudah ditangkap.
Sementara bagian bawah gunung es, hampir tidak pernah tersingkap, dan tidak terjangkau, padahal banyak ikan kakap di sana. Ikan kakap yang teramat sulit ditangkap.


CP, April 2010
Bermimpi Indonesia yang Lebih Baik
http://ceppi-prihadi.blogspot.com

March 20, 2010

SMS Buang-buang Pulsa

“Telolet…telolet…” (he.he.he..bunyinya sebenarnya bukan begitu!)
“Ada sms nih!” sedikit tersentak saya mendengar bunyi sms masuk dari hape yang berada di dalam saku baju. Saya yang sedang berjalan ke arah tempat parkir kendaraan, mau pulang kerja, langsung saja merogoh saku baju mengambil hape itu, dan melihat sms yang masuk. Di tampilan depan terlihat nama teman sekantor saya. Bagian sms yang terlihat adalah “Ass…tlg jgn dihps,”.


“Ada apa nih?” tanya saya dalam hati.
Begini isi sms-nya:
Ass…tlg jgn dihps,sms ini dri ibu Said(juru kunci mekah)ia brmimpi kta Muhamad Rosulullah s.a.w bliau brpsan kuatkan ibadah,krn dunia sdh goyah dn tua,sbarkan sms ini ke 20 muslim insyallah jangka 10 hri akan dpt rezeki bsar dn bila tdk dsbar,tunggu ksulitan yg tiada hnti. Demi Allah trbukti
(saya kutip apa adanya, persis titik komanya.)

“Oalah….Rupanya isinya ini toh!”
Saya sadar telah menerima sms yang bernada hoax, yang juga berita sejenis telah menyebar lewat media email. Namun seingat saya, di email, yang bermimpi adalah ulama penunggu makam Nabi. Wah, kalau beg..begitu, ini adalah versi lain hoax-nya. Sambil tersenyum sedikit geli, saya masukkan kembali hape ke dalam saku baju. Dan saya siap untuk pulang.

Baru tiba di rumah, hape saya berbunyi lagi, nada sms masuk. “Wah, dari siapa ya? Ada apa?” tanya saya kembali. Barangkali ada teman yang punya keperluan dengan saya!
Begitu dilihat, sms itu berasal dari teman sekantor saya, yang lain. Melihat kata-kata isinya, kok sama? “Ass…tlg jgn dihps,
Saya buka sms-nya, ternyata memang benar isi sms tersebut persis sama dengan yang sebelumnya saya terima. Waduh, sudah dua orang nih mengirim sms yang sama!
Jangan-jangan teman saya yang ini, menerima sms dari teman saya yang pertama lalu dia mem-forwardnya kepada saya.

Kali ini, saya reply sms teman saya yang satu ini dengan kata-kata berikut,
Yah, buang2 pulsa. Mending 20x125=2500 disumbangin ke kencleng amal. Bukan begitu?
Saya memang berpikir, daripada mengikuti apa yang diminta si hoax ini, dengan mem-forward sms senilai Rp 125 per alamat ini, ke 20 orang teman kita, mendingan kita masukkan uang Rp 2500 ke kotak amal atau pun disumbangkan ke orang atau tempat lainnya yang membutuhkan. Lebih jelas manfaatnya.

Dalam beberapa saat, tidak ada reaksi sms balasan dari teman saya. Ya sudah, nggak apa-apa, yang penting saya sudah mengingatkan teman saya itu bahwa sms yang diterimanya adalah sms hoax, jadi tidak perlu ditanggapi apalagi diforward ke 20 orang.
Namun ternyata setengah jam kemudian, datanglah sms dari teman saya ini. Bunyi sms-nya?
Kuk…kuk…kuk…kuk….
He.he.he…itu mah bunyi burung hantu!
Isinya begini:
Hehe..Sebetulnya aku males jg pak forwardnya tp kawatir jg …
Waduh, kok males tapi khawatir ya! Berarti percaya dong apa yang disebutkan dalam sms hoax tersebut!

Coba kita bahas sedikit isi sms itu:
Ass…tlg jgn dihps,sms ini dri ibu Said(juru kunci mekah)ia brmimpi kta Muhamad Rosulullah s.a.w bliau brpsan kuatkan ibadah,krn dunia sdh goyah dn tua,sbarkan sms ini ke 20 muslim insyallah jangka 10 hri akan dpt rezeki bsar dn bila tdk dsbar,tunggu ksulitan yg tiada hnti. Demi Allah trbukti
-Pertama ada salam berupa Ass…
Waduh, saya paling tidak suka dengan salam seperti ini. Maksudnya pasti Assalamu’alaikum….kan? Salam untuk sesama Muslim ini sangat indah karena merupakan doa untuk kita yang menerima salam. Namun penulisannya yang disingkat biar hemat dan cepat itulah yang kurang saya suka. Bisa salah arti!
Kalau kita familiar dengan kata dalam bahasa inggris untuk singkatan salam ini, tentu langsung membayangkan sesuatu..Hmm…yang berbau (memang bau ya?) kurang sopan.
-sms ini berasal dari Ibu Said(juru kunci mekah)
Saya tidak tahu apakah benar-benar ada atau tidak yang dinamakan juru kunci ini, namun secara logika seharusnya kalau berasal dari orang sana (orang Arab), kenapa sms ini menggunakan bahasa Indonesia? Berarti ada seseorang yang sudah menterjemahkannya dong! Wah, tidak asli dong! Seharusnya kalau mau di-translate, yakh aslinya tetap diikutkan, supaya lebih otentik.
-sbarkan sms ini ke 20 muslim
Wah, masak Nabi Muhammad SAW berpesan agar sms ini disebarkan! Nggak masuk akal kan?
-insyallah jangka 10 hri akan dpt rezeki bsar
Rezeki besar masak diperoleh dengan menyebarkan sms? Ini juga tidak masuk akal. Islam mengajarkan kita mencari rizki dengan bekerja keras, dan berdoa agar rizki itu benar-benar datang.
-dn bila tdk dsbar,tunggu ksulitan yg tiada hnti
Waduh, ancaman lewat sms. Menggunakan nama Rasulullah lagi!
Kita disuruh menyebarkan sms, kalau tidak menyebarkan akan mendapatkan kesulitan. Bagaimana kalau yang tidak punya uang untuk membeli pulsa? Jahat benar ancaman ini! Ditambah lagi ada kata-kata “Demi Allah trbukti

Saya tidak mau membahas sms ini secara agama (termasuk syirik/dusta atau bukan), karena saya sangat tidak berkompeten dalam hal ini. Namun dari beberapa poin di atas tersebut, sms ini sangat layak untuk tidak digubris dan tidak di-forward ke teman-teman kita. Benar! Buang-buang uang untuk sesuatu yang tidak benar dan tidak bermanfaat. Menguntungkan operator penyelenggara jasa telekomunikasi doang!

Semoga kita diberikan kekuatan untuk bisa meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah SWT, dan selalu mengikuti keteladanan yang telah diberikan oleh Rasullah Nabi Muhammad SAW. Amin.

CP, Maret 2010

PS: Mohon maaf kepada teman-teman yang mengirim sms itu kepada saya. Tulisan saya ini bukan maksud untuk melecehkan, namun hanya untuk mengingatkan. Itu adalah hoax atau sms berantai!


Kita Bermain Golp, Yuk!

Bagi sebagian besar masyarakat kita, golf merupakan olahraga mahal, yang tidak terjangkau secara biaya maupun lingkungan pergaulannya. Namun bagi segelintir orang, olahraga tersebut menjadi sangat penting dari sisi pergaulan maupun kepentingan bisnis.
Di negara-negara maju Asia seperti Korea dan Jepang pun, golf menjadi olahraga kalangan atas, yang sebagian besar masyarakatnya tidak berkesempatan untuk mencicipinya. Namun, untuk para ekspatriat yang berasal dari sana, yang di negaranya umumnya belum pernah merasakan sedikit pun bermain golf karena terlalu mahal biayanya, di sini golf menjadi kegiatan utama mereka dalam mengisi hari libur.
Di sini terlalu murah kali ya buat mereka! he.he.he....

Bagi orang-orang yang supersibuk, berolahraga golf di lapangan golf yang umumnya berada di luar kota menjadi kesempatan yang jarang. Maka, muncullah fasilitas untuk mengakomodasi kebutuhan berolahraga itu dengan dibangunnya Golf Driving Range (lapangan golf kecil itu lho..), yang biasanya berlokasi di sekitar pusat keramaian. Dekat dan praktis! Untuk pemula pun, golf driving range sangat cocok sebagai tempat berlatih sebelum mencoba lapangan sesungguhnya yang lebih membutuhkan teknik bermain dan kebugaran fisik.

Pengusaha yang pandai melihat peluang, membangun golf driving range di lokasi di mana terdapat banyak kaum eksekutif maupun golongan berpenghasilan tinggi yang sangat sibuk, kurang ada waktu senggang namun tetap membutuhkan berolahraga golf secara cepat dan praktis. Namun ada pengusaha yang sangat mencintai bahasa daerahnya, sehingga memberi istilah nama tempat berlatih golf itu yang sesuai dengan ciri khas bahasa daerahnya. Mengalami pe-nyunda-an! Seperti di bawah inilah...

golp,golf,driving,cikarang
Tempat berlatih golp yang dekat dan praktis

Anda berminat belajar golp? Syaratnya harus belajar bahasa Sunda dulu ya!...:)

CP, Maret 2010