Bagi sebagian besar masyarakat kita, golf merupakan olahraga mahal, yang tidak terjangkau secara biaya maupun lingkungan pergaulannya. Namun bagi segelintir orang, olahraga tersebut menjadi sangat penting dari sisi pergaulan maupun kepentingan bisnis.
Di negara-negara maju Asia seperti Korea dan Jepang pun, golf menjadi olahraga kalangan atas, yang sebagian besar masyarakatnya tidak berkesempatan untuk mencicipinya. Namun, untuk para ekspatriat yang berasal dari sana, yang di negaranya umumnya belum pernah merasakan sedikit pun bermain golf karena terlalu mahal biayanya, di sini golf menjadi kegiatan utama mereka dalam mengisi hari libur.
Di sini terlalu murah kali ya buat mereka! he.he.he....
Bagi orang-orang yang supersibuk, berolahraga golf di lapangan golf yang umumnya berada di luar kota menjadi kesempatan yang jarang. Maka, muncullah fasilitas untuk mengakomodasi kebutuhan berolahraga itu dengan dibangunnya Golf Driving Range (lapangan golf kecil itu lho..), yang biasanya berlokasi di sekitar pusat keramaian. Dekat dan praktis! Untuk pemula pun, golf driving range sangat cocok sebagai tempat berlatih sebelum mencoba lapangan sesungguhnya yang lebih membutuhkan teknik bermain dan kebugaran fisik.
Pengusaha yang pandai melihat peluang, membangun golf driving range di lokasi di mana terdapat banyak kaum eksekutif maupun golongan berpenghasilan tinggi yang sangat sibuk, kurang ada waktu senggang namun tetap membutuhkan berolahraga golf secara cepat dan praktis. Namun ada pengusaha yang sangat mencintai bahasa daerahnya, sehingga memberi istilah nama tempat berlatih golf itu yang sesuai dengan ciri khas bahasa daerahnya. Mengalami pe-nyunda-an! Seperti di bawah inilah...

Tempat berlatih golp yang dekat dan praktis
Anda berminat belajar golp? Syaratnya harus belajar bahasa Sunda dulu ya!...:)
CP, Maret 2010
March 20, 2010
Kita Bermain Golp, Yuk!
March 15, 2010
Kota Tapal Batas dan Monumen Perjuangan
Kota Tapal Batas. Itulah julukan yang diberikan kepada Bekasi, kota tempat berhuninya para blogger yang tergabung dalam komunitas Be-Blog. Dalam kaos seragam maupun di beberapa banner Be-Blog, kata-kata "Menembus Tapal Batas"' bahkan menjadi tagline-nya Be-Blog.
Saya pribadi kurang begitu paham dari mana istilah "tapal batas" ini berasal. Paling yang saya tahu, ada lagunya komponis besar kita Ismail Marzuki yang bercerita secara romantis kisah seorang gadis dalam suasana perang kemerdekaan berjudul "Melati di Tapal Batas". Dan yang dimaksud tentunya tapal batas Bekasi, kota yang menjadi salah satu pusat perjuangan di masa itu. Ini penggalan lagunya:
"Engkau gadis muda remaja
bagai sekuntum melati
engkau sumbangkan jiwa raga
di tapal batas bekasi...."
Tapal batas? Hmm...di acara anjangsana ke Tugu Bina Bangsa (Apa Monumen Perjuangan Rakyat di Bekasi ya?) pada kegiatan Amprokan Blogger 2010-lah saya baru mengetahui mengapa Bekasi disebut kota tapal batas. Pada saat kunjungan ke monumen yang letaknya dekat dengan Taman Hutan Kota Bekasi ini, Pak Andi dosen antropologi Unisma yang merupakan seorang blogger juga, menerangkan sekilas sejarah perjuangan rakyat Indonesia di Bekasi. Rupanya, wilaya Bekasi menjadi garis demarkasi wilayah kekuasaan Belanda dengan Republik Indonesia saat itu.
Anjangsana ke Monumen Perjuangan
Para pejuang RI di Bekasi yang tidak menerima kenyataan bangsa dan negaranya kembali dijajah, berusaha untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diproklamirkan oleh kedua Proklamator kita pada 17 Agustus 1945, dengan melakukan penyerangan-penyerangan terhadap pusat kekuatan Belanda di kota Bekasi. Terjadilah pertempuran-pertempuran hebat antara para pejuang RI dan pasukan tentara Belanda. Kekuatan militer yang tidak seimbang antara persenjataan modern yang dimiliki tentara Belanda didukung oleh Sekutu yang baru saja memenangkan Perang Dunia II, dengan persenjataan pejuang RI yang umumnya merupakan senjata rampasan dari tentara Jepang yang menyerah sebelum proklamasi, menimbulkan banyak korban di pihak pejuang RI. Namun demikian, pengaruhnya sangat besar terhadap kekuatan pasukan Belanda. Mereka beberapa kali dipaksa mundur ke arah Ibukota.
Monumen Perjuangan Rakyat di Bekasi, berupa 5 tugu setinggi 17 meter menggambarkan bambu runcing, senjata yang banyak digunakan saat itu
Heroisme perjuangan rakyat Indonesia di Bekasi terlukis pada relief ini
Pujangga besar kita Chairil Anwar dalam puisinya "Krawang - Bekasi" menggambarkan heroisme pejuang-pejuang RI dari daerah Bekasi ini dengan menyebutkan bahwa daerah ini menjadi tempat tulang-tulang berserakan, menandakan bahwa banyak sekali korban yang jatuh dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan ini.
Makanya sangatlah pantas jika Bekasi dijuluki sebagai Kota Patriot, karena dari kota inilah terlahir patriot-patriot bangsa yang rela mengorbankan jiwa raganya dalam menegakkan republik ini.
"...Kami Mati Muda, Yang Tinggal Tulang Diliputi Debu
Kenang-kenanglah Kami..."
Kini, kisah perjuangan mereka diwujudkan dalam beberapa monumen yang tersebar di Bekasi, kota maupun kabupaten, salah satunya adalah yang kami kunjungi, Monumen Perjuangan Rakyat di Bekasi.
Monumen tersebut tentu saja punya makna mendalam, seakan bercerita betapa hebat dan panjang peranan rakyat Indonesia di Bekasi dalam perjuangan sebuah bangsa menegakkan kemerdekaannya. Apakah makna itu sampai kepada kita? Atau jangan-jangan kini hanya berupa bangunan tanpa makna? Seperti kondisinya sekarang yang (maaf) memprihatinkan kurang terawat?
Monumen ini seyogyanya menggugah semangat kita, generasi bangsa sekarang ini agar selalu mengingat perjuangan para pendahulunya, melanjutkan "kerja belum selesai belum apa-apa" seperti yang disuratkan dalam Krawang-Bekasinya Chairil Anwar dan mempertahankan nilai-nilai perjuangan yang mereka miliki di tengah-tengah kehidupan modern saat ini, yang tentu saja bentuk perjuangannya sangat berbeda.
Pembangunan kota pastilah memiliki bidang-bidang yang diprioritaskan, namun yang non fisik pun harus diperhatikan. Salah satunya adalah nilai-nilai patriotisme bangsa ini, yang dalam sejarah perjuangan para pendahulu kita sudah mengajarkannya. Bagaimana menjaga nilai-nilai itu agar tidak luntur?
Mudah-mudahan kegiatan Amprokan Blogger ini menghasilkan sesuatu yang bisa menggugah siapapun, baik pihak PemKot, pihak swasta maupun masyarakat luas, agar lebih peduli terhadap nasib monumen ini, dan monumen-monumen lain yang ada di Kota Tapal Batas ini.
CP, Maret 2010
March 2, 2010
Upcoming Holywood Movies 2010
Seorang teman mengirim email berisikan daftar film Hollywood yang akan tayang pada tahun 2010. Wah, lumayan nih untuk referensi film apa yang akan ditonton selama tahun ini!
Biasanya ada film yang menjadi box office, atau film yang pantas menjadi film terbaik sepanjang tahun 2010 ini. Juga jangan dilupakan anak-anak, para produsen film Hollywood tetap memperhatikan mereka, terbukti dengan akan diputarnya beberapa film anak-anak, baik yang animasi, maupun live action atau pun kombinasi keduanya.
Ini dia judul-judul film yang akan tayang:
Upcoming Hollywood movies 2010
A Nightmare on Elm Street
Alice in Wonderland
Beastly
Case 39
Clash of the Titans
Date Night
Daybreakers
Edge of Darkness
From Paris with Love
Green Zone
Grown Ups
Gulliver's Travels
Gunless
Harry Potter and the Deathly Hallows
Hoodwinked Too
How to Train Your Dragon
Inception
Ironman 2
Jonah Hex
Kick-Ass
Kung Fu Kid
Legion
Let Me In
London Boulevard
Nanny McPhee and the Big Bang
Oobermind
Percy Jackson & The Olympians
Piranha 3-D
Poltergeist
Predators
Priest
Prince of Persia
Rapunzel
Red Dawn
Remember Me
Resident Evil Afterlife
Robin Hood
Salt
Season of the Witch
Sex in the City 2
Shrek Forever After
Shutter Island
Solomon Kane
Step Up-3D
Takers
The A-Team
The Book of Eli
The Crazies
The Expendables
The Green Hornet
King of Fighters
The Last Airbender
The Losers
The Lovely Bones
The Puppet Master Axis of Evil
The Rum Diary
The Sorcerer's Apprentice
The Twilight Saga Eclipse
The Wolfman
Tooth Fairy
Toy Story 3
Tron Legacy
Valentine's Day
Wall Street 2
Chronicles of Narnia The Voyage of the Dawn Treader
Ada film yang benar-benar saya ingin menontonnya, yaitu film Clash of the Titans. Film ini pernah tayang sewaktu saya kecil, dan saya sempat menontonnya meskipun saya tidak ingat isi ceritanya (mungkin karena dulu belum mengerti). Sebuah film kolosal berisi cerita dari mitologi Yunani, menampilkan tokoh dan mahluk yang hanya pernah ada di buku-buku. Contohnya Zeus, sang dewa tertinggi bangsa Yunani. Juga ada dewi penari ular, eh..bukan deng, dewi berambut ular Medusa yang sorot matanya jika ditatap bisa membuat seseorang menjadi batu. Kuda bersayap yang bisa terbang yang disebut Pegasus pun muncul di film ini. Saya lupa tahun berapa dulu film ini, yang jelas judulnya saya masih ingat.
Saya yakin dengan makin tingginya teknologi pembuatan film zaman sekarang, film ini menjanjikan cukup menjanjikan karena memvisualisasikan mitologi Yunani yang penuh dengan keajaiban, fantasi dan imajinasi. Teknologi CGI (computer graphic imagery) dipadukan dengan live action dalam film ini tentunya akan menghadirkan tontonan yang teramat menarik. Mudah-mudahan!
Apalagi kalau filmnya dalam bentuk 3-D...wuiih!
Sekarang coba kita bandingkan dengan film lokal!
Tapi sayang...saya belum mendapatkan daftar film lokal yang akan tayang di 2010 ini. Cuma ada judul-judul film yang pernah diputar. Ini beberapa di antaranya yang saya catat (perhatian, saya tidak pernah menontonnya ya!..:) ):
- Anda Puas Saya Loyo
- Maaf Saya Menghamili Istri Anda
- Pocong Vs Kuntilanak
- Hantu Jamu Gendong
- Suster Keramas
- Hantu Puncak Datang Bulan
Wah, lucu-lucu ya judulnya. Dua judul pertama bernada menyerempet (meskipun belum tentu isi cerita filmnya relevan dengan judulnya), lalu empat judul berikutnya mengindikasikan bahwa film-film itu dari genre horor meskipun bisa saja mengandung komedinya.
Teman saya guyon, katanya film Anda Puas Saya Loyo itu adalah film pertandingan sepakbola antara kesebelasan Persebaya melawan kesebelasan lain yang merupakan musuh bebuyutannya. Persebaya menang, dan para penonton pun senang. Sementara para pemainnya sesudahnya menjadi loyo, saking tenaganya sudah diforsir untuk memenangkan pertandingan itu. Ha.ha.ha...bisa saja ya!
Sementara film Suster Keramas bisa jadi disponsori oleh produsen sebuah merek shampoo untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa produknya benar-benar hebat. Sudah menjadi hantu pun, si suster masih doyan keramas. Weeh..kebayang tuh hantunya, pastinya rambutnya panjang lebat hitam bercahaya...!
Adakah salah satu dari keenam film lokal yang saya tulis di atas pernah Anda tonton?
He.he.he..saya ogah menontonnya karena judulnya. Meskipun judul belum tentu mencerminkan isi cerita maupun kualitasnya. Tapi saya, dan mungkin juga Anda, sudah memvonis duluan, bahwa film-film itu berselera rendah.
Produsen film selalu berdalih, mereka membuat film dengan cerita berdasarkan selera dan trend yang sedang ada di masyarakat. Jadi kalau film yang laku adalah dari jenis film horor, itu artinya memang masyarakat kita sedang demen film horor. Ada pun judul film, sering dijadikan pancingan agar orang tertarik untuk menontonnya. Sering tidak ada hubungannya dengan isi cerita. Seperti dulu waktu zaman jayanya film Warkop DKI, judul-judul filmnya agak-agak memancing: Dongkrak Antik, Wah Gede Banget, dan Depan Bisa Belakang Bisa.
Dari judul saja, ada film yang menjadi kontroversi di masyarakat dan
membuat gerah sebagian ulama termasuk MUI, contohnya pada saat muncul film
bioskop dengan judul "Buruan Cium Gue". Akhirnya film tersebut dibatalkan peredarannya, dan baru diedarkan beberapa waktu kemudian setelah diganti judulnya.
Jadi judul film apa yang menurut Anda yang memancing orang agar menontonnya?
Anda Loyo Saya Pun Loyo?
Alien vs Kuntilanak?
Suster Ngedeprok?
Ha.ha..ha..kayaknya nggak bakalan laku tuh!
CP, Mei 2010
http://harihari-ceppi.blogspot.com
February 25, 2010
OVJ: Properti Yang Berbahaya

Acara Opera Van Java di TransTV yang sedang naik daun atau juga acara contekannya di stasiun TV lain, sering menampilkan adegan lucu (Apa tidak lucu ya?) pemukulan atau kejahilan para pemainnya terhadap pemain lain yang menggunakan barang-barang tiruan dari aslinya yang terbuat dari styrofoam. Pada saat adegan itu terjadi, selalu di layar ditampilkan teks “Properti yang digunakan terbuat dari bahan lunak dan tidak membahayakan”. Di setiap episode, selalu ada adegan seperti itu, dan dalam satu episode tayangan, beberapa kali teks tersebut muncul, yang artinya adegan serupa, meskipun propertinya berbeda, terjadi beberapa kali.
Seorang rekan blogger di Kompasiana menyoroti adegan itu dari aspek psikologis, bahwa adegan pemukulan atau apapun bentuknya yang menggunakan properti tersebut meskipun barang tiruan berpotensi mengajarkan sikap kekerasan terhadap anak-anak yang menjadi salah satu komponen penonton terbesarnya. Kelucuan slapstik yang ditonjolkan di acara itu yang sebenarnya tidak mendidik masyarakat (kasarnya sih tidak lucu), akan mendorong anak-anak yang belum mengerti (dan belum bisa membaca juga) untuk meniru adegan kekerasan tersebut.
Dari aspek lain, memang benar properti (barang-barang) tiruan tersebut tidak melukai pemain yang dipukul atau yang dijahili. Namun kalau kita pikir lebih mendalam, akan timbul pertanyaan. Apakah benar properti itu tidak membahayakan? Tidak membahayakan buat siapa?
Bahannya memang lunak, mudah patah ataupun hancur kalau dipukulkan atau dipukul atau pun ditendang, sehingga tidak mencederai para pemain yang menjadi korban kelucuan atau kejahilan itu. Namun, bagaimana sisa barang-barang/ properti tadi yang sudah rusak selesai syuting acara? Dibuang tentunya.
Dibuang ke mana?
Itu dia!
Hampir semua kita tahu bahwa styrofoam adalah salah satu jenis material plastik yang tidak bisa didaur ulang, tidak bisa diolah dan dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna. Dibiarkan di alam pun sampai ratusan tahun tidak musnah-musnah, karena tidak ada mikroorganisma yang mau mengurainya (nggak enak, kata si mikroba). Satu-satunya cara memusnahkan styrofoam ini adalah dengan cara dibakar. Namun dengan dibakar pun, pasti ada sisa abu berupa karbon atau senyawa lain yang kemungkinan besar juga tidak bisa diurai. Belum lagi asap hasil pembakaran itu menjadi gas yang baunya tidak sedap untuk dihirup selain beresiko membahayakan kesehatan.
Memang bandel si styrofoam ini!
Lingkungan ini makin rusak dengan banyaknya styrofoam, baik dibiarkan menumpuk maupun dibakar.
Mengapa acara seperti OVJ ini di setiap episode-nya selalu memaksakan ada barang yang terbuat styrofoam? Apakah supaya komedinya menjadi lebih lucu karena ada adegan pemukulan atau kejahilan di antara pemain dengan digunakannya barang-barang yang justru akhirnya rusak? Atau ada faktor lain, misalnya karena ada sponsor perusahaan styrofoam yang ingin produknya laku dibeli dan digunakan?
Memang bukan hanya dalam acara tersebut styrofoam digunakan, di kehidupan sehari-hari juga kita terlalu akrab dengan styrofoam, yang sebenarnya berbahaya untuk lingkungan. Namun, untuk acara yang menghibur seperti ini, mengapa juga harus menggunakan bahan2 yang berbahaya? Ingat lho, di banyak negara styrofoam ini sudah dilarang penggunaannya!
Kalau kita mau lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan, kita harus menuntut kepada produser acara OVJ agar tulisan yang muncul pada setiap berlangsung adegan kelucuan yang menggunakan properti tersebut menjadi “Properti ini terbuat dari bahan yang berbahaya untuk lingkungan, meskipun tidak mencederai tubuh”
Setuju kan?
Kalau tidak setuju, silakan hirup banyak-banyak gas asap pembakaran styrofoam ini...he.he.he...
Salam,
CP, Feb 2010
http://umum.kompasiana.com/2010/02/25/ovj-properti-yang-berbahaya/
February 6, 2010
Pemakzulan....makzul lo?
Kini, ada istilah baru yang sedang populer di media massa. Istilah ini adalah adalah "pemakzulan", yang berhubungan dengan kasus skandal Bank Century. Katanya, ada wacana sebagian anggota parlemen untuk melakukan pemakzulan terhadap Presiden dan Wapresnya, SBY-Budiono.
Pemakzulan? He.he.he..istilah baru dan cukup aneh didengar. Makzul, diberi imbuhan pe-an, menjadi pemakzulan. Apakah sejenis dengan Maknyus, atau mungkin Makerot? He.he.he..
Sudah ada beberapa teman blogger yang membahas istilah ini, lengkap dengan guyonannya, menghibur diri kita karena carut marutnya kasus ini yang bikin otak puyeng karena ketidakmengertian kita akan bagaimana sebenarnya kasus ini.
Ada yang memplesetkan "makzul" ini dengan "Mak Zul" emaknya si Zul, atau juga istrinya Pak Zul. Akhirnya kalau SBY dan Budiono di-"makzul"-kan, artinya mereka menjadi dipanggil Mak Zul, yang tidak mungkin karena mereka adalah laki-laki, he.he.he...
Memangnya, artinya apa ya? Apakah istilah ini berasal dari bahasa Indonesia?
Coba kita mencari referensi, melihat kamus yang ada.
Ternyata....makzul itu adalah padanan kata bahasa Inggris impeachment, yang merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Arab. Impeachment yang berarti pernyataan ketidakpercayaan seseorang/badan terhadap seorang pejabat dan permintaan terhadap orang tersebut untuk turun dari jabatannya. Jadi seperti dinyatakan di atas, sebagian anggota parlemen sedang berpikir untuk bisa menurunkan SBY-Budiono dari jabatannya sekarang, karena dianggap bersalah dalam kasus Bank Century itu dan tidak becus mengejar target pemerintahan di masa 100 hari. Dimakzulkan!
Yaa…ternyata impeachment!
Istilah yang lebih dulu populer dibandingkan pemakzulan, apalagi kalau kita mengikuti perkembangan politik dan ekonomi dunia pada saat Bill Clinton sang presiden negara adikuasa sedang menghadapinya gara-gara sebuah skandal seks!
Pemakzulan = impeachment
Kalau kita lihat kata impeach, ada kata peach-nya, yang berarti buah persik atau warna peach (coklat krem).
Apa bisa ya pemakzulan diplesetkan menjadi ketidakpersikan? He.he.. kan pemakzulan = impeachment, sementara impeach = tidak persik….jadi ngawur!
Terus, kalau dengar kata persik, pasti pikiran kita terbayang Dewi Persik dengan goyang tukang kayunya, he.he..alias goyang gergaji!
Tapi kalau kita dengar istilah makzul atau impeach, langsung kita membayangkan SBY-Budiono yang baru duduk di tampuk kekuasaan seratus hari lebih ini, yang harus mempertahankan kedudukannya erat-erat karena kursinya digoyang cukup keras. Kasihan ya! Orang-orang nih senangnya ribut melulu, bukannya mengurus membela rakyat supaya nasibnya lebih baik dari tahun ke tahun. Orang-orang beginian yang harus kita makzulkan.
Anda pun kalau ditunjuk jadi pejabat atau wakil rakyat tapi tidak membela rakyat, sehingga si Mak Zul susah cari makan, harus siap untuk dimakzulkan.
Atau anda yang belum menikah sudah punya pacar, dan anda tidak setia terhadap pacar anda itu, siap-siap juga untuk dimakzulkan.
Ha.ha.ha…makzul lo?
CP, Feb 2010
http://www.ceppi-prihadi.co.nr

