Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Powered by Blogger

May 14, 2013

Everything At Once, Susahnya Menghapal Segalanya

Bagi anda, yang menggemari dan menonton acara X Factor Indonesia di layar televisi pada hari Jumat lalu, pasti tahu kejadian Fatin Shidqia saat dia tampil di atas panggung lupa akan lirik lagu yang sedang dinyanyikannya.

 

Saya sendiri sebenarnya tidak begitu tertarik dengan acara televisi sejenis ini, hanya saja kebetulan saya ikut melihat kejadian tersebut saat istri saya menonton acara X Factor Indonesia di malam itu. Karena bagi saya kejadian itu unik dan menarik, saya menjadi tergelitik (berarti geli ya?) untuk sedikit mengulasnya.

 

Anda tahu kan lagu yang dinyanyikan Fatin waktu itu?

 

Ya, lagu "Everything At Once", yang aslinya dinyanyikan oleh biduan dan penulis lagu asal Australia, Lenka. Lagu ini sudah akrab di telinga kita, karena sering diperdengarkan di televisi mengikuti tayangan iklan jendela-jendela 8...eh, Windows 8. Melodi yang ceria, dengan tempo yang cepat, dan larik-larik lagu yang terdengar pendek, membuat lagu ini cukup enak didengar. Paling tidak buat telinga sebagian besar dari kita.

 

"...All I wanna be, all I wanna be, oh...
All I wanna be is everything
..."

 

Pasti bagian ini dari lagu tersebut yang paling kita ingat dan membuat mulut kita secara otomatis mengikutinya saat mendengar alunannya.

 

Karena lagu "Everything At Once" ini populer dan masuk di karakter suara Fatin, Rossa sebagai mentor Fatin mendukung penyanyi remaja berjilbab tersebut untuk menyanyikannya pada kesempatan di hari itu. Sebagaimana lagu-lagu lain pada tahapan sebelumnya yang sebagian besar sukses dinyanyikan, sehingga Fatin mendapatkan sambutan meriah dari hadirin maupun respon positif dari publik televisi, lagu itu tentu saja diharapkan memperkuat posisi Fatin dalam perebutan juara satu X Factor Indonesia. Namun siapa nyana, ternyata Fatin gagal menyanyikan lagu tersebut dengan utuh, karena dia lupa akan sebagian liriknya. Selesai bernyanyi, air mata bercucuran dari mata penyanyi berwajah imut ini, karena merasa sedih dengan kegagalannya menyanyikan lagu di tahap Grand Final yang menyisakan tinggal 3 peserta .

 

fatin

Menangis karena tidak hapal...(sumber gambar: klik)

Kenapa Fatin sampai lupa lirik lagunya? Apakah dia kurang konsen?

 

Yakh...mungkin saja.

 

Saya sendiri yang sudah sering mendenganr lagu ini cukup penasaran, sebenarnya seperti apa sih lirik lagunya. Anak saya, Sasha, sempat tertawa saat besok paginya saya beri tahu kejadian itu. Dia memang suka juga acara tersebut.

"Dih...masak lagu gampang aja, sampe lupa nyanyiinnya?" sambil tertawa Sasha berkomentar.

 

Lho, memang lagunya gampang?

 

Saya cari liriknya, dan ini dia:

 

As sly as a fox, as strong as an ox
As fast as a hare, as brave as a bear
As free as a bird, as neat as a word
As quiet as a mouse, as big as a house

All I wanna be
All I wanna be, oh
All I wanna be is everything

As mean as a wolf, as sharp as a tooth
As deep as a bite, as dark as the night
As sweet as a song, as right as a wrong
As long as a road, as ugly as a toad

As pretty as a picture hanging from a fixture
Strong like a family, strong as I wanna be
Bright as day, as light as play
As hard as nails, as grand as a whale

All I wanna be, oh
All I wanna be, oh
All I wanna be is everything


Everything at once
Everything at once, oh oh oh
Everything at once

As warm as the sun, as silly as fun
As cool as a tree, as scary as the sea
As hot as fire, cold as ice
Sweet as sugar and everything nice

As old as time, as straight as a line
As royal as a queen, as buzzed as a bee
As stealth as a tiger, smooth as a glider
Pure as a melody, pure as I wanna be

All I wanna be, oh
All I wanna be, oh
All I wanna be is everything
Everything at once

Hehehe...cukup menarik juga lagu ini dijadikan materi pelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak.

Simpel kata-katanya, pendek-pendek kalimatnya, dan bahasanya (Inggris) mudah. Kalimat-kalimat yang menggunakan rima dilagukan dengan menghentak-hentak ceria, membuat lagu ini enak didengar.

 

Sekarang kita coba mengartikannya. Dari kata-katanya, contoh:

 

As sly as a fox, as strong as an ox -- Cerdik bagaikan rubah, kuat bagaikan banteng
As fast as a hare, as brave as a bear -- Gesit bagaikan kelinci, perkasa bagaikan beruang

As free as a bird, as neat as a word -- Bebas bagaikan burung, rapi bagaikan kata

As quiet as a mouse, as big as a house -- Diam bagaikan tikus, besar bagaikan rumah

All I wanna be, all I wanna be, oh.. -- Yang kuinginkan, yang kuinginkan oh..
All I wanna be is everything -- Yang kuinginkan adalah menjadi segalanya

dan seterusnya...

 

Seperti itu. Namun saya belum bisa menyelami arti keseluruhannya. Apakah maksud isi lagu ini merupakan keinginan dari penciptanya, yang ingin dirinya sempurna? Ataukah karena lagu ini dibuat untuk iklan Windows 8, yang artinya pembuat sistem operasi komputer ini ingin segalanya, ingin menjadi segalanya dan mencapai segalanya? (yang memang jago maen monopoli, eh monopoli beneran)

 

Terlepas dari makna isinya, ternyata untuk menghapal lirik lagu yang cukup enak didengar ini, cukup susah juga, setidaknya buat saya. Kata-kata yang mirip, namun berbeda-beda, serta kalimat-kalimat yang sejenis namun sebagian besar tidak diulang, membuat otak kita (kiiita? saya kali) sulit mengingat keseluruhan lagu. Apalagi kata-kata bahasa Inggris yang pelafalannya membuat lidah kita sibuk dan sering keselipet.

 

Bagi saya lagu ini enak didengar, tapi sulit untuk diikuti apalagi dihapal.

Butuh daya ingat kuat, konsentrasi, dan tentunya pemahaman bahasa Inggris yang cukup.

 

Makanya saya maklum Fatin sampai lupa lirik lagu tersebut, apalagi kalau waktu untuk menghapalnya terbatas, dan penguasaan bahasa Inggris dia masih kurang.

 

Anda, atau anak anda deh (kalau anda merasa tantangan saya 'kurang kerjaan'), mau mencoba menyanyikannya?

 

Hehehe...sambil belajar bahasa Inggris lho...

 

 

Salam,

CP

April 25, 2013

Berkunjung ke Museum Zoologi dan Kebun Raya Bogor

Ke mana anda bersama keluarga menghabiskan liburan akhir pekan?

Sebagai satu pilihan, anda bisa mengajak anak-anak anda berjalan-jalan ke kota Bogor dan berkunjung ke Museum Zoologi di sana.
Museum Zoologi? Ya, museum tersebut berlokasi di dalam kompleks Kebun Raya Bogor dan merupakan salah satu objek yang wajib dikunjungi jika anda memasuki landmark Kota Hujan tersebut.

Sewaktu saya kecil, saya bersama keluarga pernah diajak almarhum ayah saya berkunjung ke Museum Zoologi ini. Mengesankan sekali saat itu saya rasakan saat mengunjungi museum tersebut dan saya masih ingat apa dan bagaimana objek-objek yang dipamerkan di dalamnya. Kali ini, saya mengajak anak-anak saya, Andra dan Sasha, mengunjungi tempat yang sama. Harapan saya, museum tersebut kini tetap menarik dan makin bertambah koleksinya dibanding waktu dulu, serta tentu saja jalan-jalan wisata ini akan bermanfaat bagi mereka. Selain untuk mengisi waktu libur, pengalaman dan wawasan mereka pun akan bertambah.

Untuk berkunjung ke museum, kita harus masuk melalui gerbang masuk Kebun Raya Bogor. Lokasi Kebun Raya-nya sendiri sangat mudah dicapai, tidak jauh dari lampu merah pertama begitu kita keluar tol Bogor. Masalahnya adalah pintu masuk Kebun Raya (untuk umum) tidak jelas ada di mana. Sementara petunjuk jalan yang ada di beberapa lokasi kurang menunjukkan di mana sebenarnya lokasi pintu masuk yang kita butuhkan itu (lho, memang kita butuh pintu masuk?...hehehe..).

Persoalan kurangnya petunjuk jalan itulah yang kami alami, yang akhirnya membawa kami pada kesesatan jalan…hehehe…maksudnya nyasar saat kami mencari gerbang masuk Kebun Raya.

December 25, 2012

Ada Yang Tidak Ada di Jawa Barat Semuanya Ada

“Di Jawa Barat Semuanya Ada”, demikianlah tagline iklan pariwisata dari Disparbud Jawa Barat yang muncul di layar televisi kita akhir-akhir ini. Diawali dengan munculnya artis komedian asal Jawa Barat (meskipun sekarang menetap di ibukota), Sule, yang bernyanyi dan menari-nari dengan latar belakang objek wisata Kawah Putih di kawasan Bandung Selatan, iklan ini mengajak pemirsa untuk berkunjung dan berwisata ke Jawa Barat. Lewat rangkaian tampilan gambar beberapa objek wisata di Jawa Barat: Kawah Putih di Bandung Selatan, CandiCangkuang di Garut, Pantai Pangandaran di Ciamis, Kampung Naga di Tasikmalaya, Gedung Merdeka dan Gedung Sate di Bandung, lalu objek kesenian dan budaya tradisional Jawa Barat: berupa Tari Merak yang dibawakan beberapa orang penari, permainan kecapi dan wayang golek, serta sekilas kuliner dan tempat perbelanjaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat sebagai pembuat iklan berdurasi sekitar setengah menit ini bermaksud menunjukkan betapa kayanya potensi pariwisata di provinsi Jawa Barat yang layak untuk dikunjungi.

sule
Sule menari, menutupi pemandangan yang dipromosikan

Apa yang menarik dari iklan pariwisata tersebut?

December 24, 2012

Kacang Dua Kelinci Masih Jago Kandang

Ada teman yang bertanya, bagaimana dengan produk Kacang Dua Kelinci, yang menjadi sponsor salah satu klub besar Eropa?

Nah, untuk perusahaan Kacang Dua Kelinci ini, kondisinya berbeda dengan korporasi Indosat maupun Garuda Indonesia dalam mempromosikan produknya, meskipun sama-sama memanfaatkan industri sepakbola Eropa yang punya cakupan pasar amat luas dan nilai bisnis yang amat besar.

Kalau Garuda Indonesia memanfaatkan electronic adboard di stadion Anfield untuk mempromosikan nama dan layanannya demi mendapatkan pasar yang lebih luas di kalangan masyarakat negara-negara Eropa dan negara-negara lainnya yang menyiarkan program siaran pertandingan BPL, sementara Indosat mempromosikan nama dan produknya untuk masyarakat Indonesia sendiri dengan prestise lebih karena munculnya di televisi dalam siaran internasional, maka Kacang Dua Kelinci hanya memanfaatkan kebesaran nama Real Madrid FC untuk memperbesar pemasarannya di Indonesia.

Sebelumnya saya pun membayangkan, sebagai official partner brand Kacang Dua Kelinci akan muncul di jersey yang digunakan para pemain Real Madrid, sungguh akan membanggakan kita ada brand nasional terpampang di jersey yang dikenakan pemain kelas dunia seperti Christiano Ronaldo atau Ricardo Kaka misalnya, atau minimal menjadi penghuni tetap adboard di Santiago Bernabeu Stadium.

December 23, 2012

Produk Indonesia di Liga Inggris

Kalau semalam anda menonton pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris di sebuah GlobalTV, antara Arsenal melawan Wigan Athletic di DW Stadium, pasti seperti saya anda melihat tulisan iklan produk perusahaan Indonesia di papan iklan pinggir lapangan, yaitu Indosat Mentari. Tulisan yang muncul beberapa kali selama pertandingan berlangsung pada LED advertising tersebut kurang lebih “INDOSAT MENTARI – DESIGNED FOR SMARTPHONES" dan “INDOSAT MENTARI – TEKAN *123*....” (saya kurang ingat).

Wah, ternyata ada perusahaan nasional Indonesia yang namanya dan produknya bisa muncul di siaran pertandingan BPL, yang tentunya pertandingan tersebut disaksikan oleh ratusan juta pasang mata pemirsa di negara-negara penggemar sepakbola. Setahu saya sebelum Indosat, perusahaan nasional lain yang memasang iklan seperti ini adalah Garuda Indonesia. Perusahaan penerbangan kebanggaan Indonesia itu bekerja sama dengan pengelola stadion Anfield, markas klub Liverpool, sehingga pada setiap pertandingan BPL yang diselenggarakan di Anfield antara Liverpool melawan klub lainnya, iklan Garuda Indonesia akan tampil di papan iklan dan bisa kita saksikan di layar televisi.

Iklan perusahaan nasional di siaran internasional ini cukup membuat kita bangga. Memang sudah saatnya industri Indonesia go international, supaya tidak melulu jago kandang.